Bolehkah Bicara Tentang Impian?
Namanya saja mimpi, ada yang menjadi kenyataan, ada yang sekadar mengigaukan.
mengharapkan mimpi-mimpi terwujud
Sejak pertama kali diciptakan
Aku tidak memaksa
Juga tidak pasrah begitu saja
Tapi, ternyata semuanya menjadi sangat berat
Maka, aku simpan saja mimpi itu dulu
Setelah semuanya ringan,
akan aku pungut kembali dari tempatnya
Tidak semua yang kita harapkan akan terwujud. Jika hari ini tertunda, percayalah masih ada hari selanjutnya. Betul, percaya. Sehebat apapun impian, jika belum berani percaya akan terwujud, maka hanyalah sebuah omong kosong dan hanya akan jadi calon impian sampai kapanpun.
Percayalah. Dia tidak akan membiarkan seseorang menghadapi kehidupan tanpa kemampuan. Kepercayaan itu ditujukan untukNya. Bahwa memang begitulah alurnya. Bermimpi, percaya, usaha, doa, terwujud.
Jika merasa lelah atau bahkan sangat lelah atau bahkan menyerah, ketahuilah, ada Tangan Super Bisa di atas sana yang siap sedia membantu, menolong saat terjatuh. Menyerahkan semua beban padaNya dan selalu ingat bahwa Dia Super Bisa! Serumit apapun proses yang kita lalui, sesungguhnya sedang dalam perjalanan naik ke level selanjutnya.
Tidak perlu cemburu dengan kemudahan hidup orang lain. Mimpi juga begitu. Tidak perlu cemburu pada mereka yang berhasil mewujudkan impiannya dengan mudah. Sadarlah, sebuah hasil bergantung pada usahanya.
Tidak berhak menghakimi seseorang yang mewujudkan impiannya dengan begitu mudah, seperti tidak ada usaha yang istimewa. Tidak ada kemustahilan bahwa mereka menyembunyikan proses rumitnya dari orang lain, mungkin saja mereka selalu memasang wajah berseri dan terlihat tanpa beban. Mungkin saja mereka lebih menerima ujian yang lebih berat dari siapapun, tetapi mereka bisa melaluinya tanpa berkeluh kesah, tanpa orang lain harus tahu proses rumit yang sesungguhnya.
Mungkin saja mereka pernah gagal lebih banyak daripada kegagalan orang lain. Lalu mereka bangun kembali tanpa orang lain tahu seberapa berat membangun kembali mimpi-mimpinya itu.
Juga, saat mimpi yang telah mampir tiba-tiba hilang begitu saja, tidak perlu membenci untuk mengulang usaha.
Tidak perlu menghakimi Dia yang telah menarik sebuah pencapaian. Sekali lagi, Dia lebih tahu apa yang terbaik, apa yang pantas. Justru Dia sedang menyelamatkan dari kesalahan sebuah pilihan yang menyebabkan hal buruk terjadi di masa mendatang. Atau boleh jadi ada yang lebih pantas untuk digenggam, sesuatu yang lebih baik, yang lebih besar.
Apalagi saat usaha-usaha belum juga membuahkan hasil, belum pernah ada pencapaian yang mampir di genggaman, tidak perlu terburu-buru untuk pergi dari mimpi-mimpi kita dan pindah ke lain rumah, mimpi yang lain. Tenangkanlah hati dan berbisiklah: “tidak mengapa, namanya saja mimpi, ada yang ter’nyata’kan dan ada yang sekadar mengigaukan.”
Lakukanlah sampai bosan, sampai jenuh, sampai membuahkan hasil. Dia tidak akan membiarkan kelelahan seseorang tanpa arti. Bahkan, saat kita merayu manusia agar menerima karya, agar menerima pelayanan, agar mendapatkan cinta orang yang dicintai pun lama-kelamaan mereka yang diperjuangkan akan luluh juga, akan menyerah dengan usaha-usaha kita yang tidak kenal lelah. Apalagi Dia yang Maha Pemurah. Ingin apa saja, Dia bisa memberikannya.
Berusahalah menyudahi keluh kesah dan kecemburuan. Buanglah keraguan serta ketakutan pada jiwa. Kasihani raga yang hendak melangkah, tetapi tersendat-sendat karena keragu-raguan, terhenti karena ketakutan. Jangan mudah berhenti ditengah jalan dan beranilah memulai. Lalu menjadi seseorang yang optimis dan penuh keberanian.
Impian itu seperti layang-layang
Tidak akan melambung jika tanpa senar
Impian itu seperti pelabuhan
Tidak berguna jika tanpa kapal yang berlabuh
Impian itu seperti sederhana
Mewujudkannya dengan upaya
Meyakinkannya dengan doa
Hasilnya hanya ada dua
Kenyataan atau sekadar mengigaukan
Impian itu datangnya dari hati
Sesuatu yang tersugesti
Layaknya bermimpi tadi malam
Memimpikan seseorang
Yang sudah lama dinanti kepulangannya
Impian juga begitu
Jika tidak datang dari hati
Dia tidak akan pernah hadir
Apalagi sebagai kebahagiaan
Jika tidak yakin
Dia hanya sebagai ingatan
Yang setiap detik membayang-bayang
Untuk orang yang suka bermimpi sepertiku
Rasanya lelah sekali harus bangun disetiap mimpi buruk
Menghirup napas lebih dalam
Mengusap air mata yang membasahai wajah
Menghapus sisa bunga tidur
Berkaca lalu tertawa
Tidak mengapa, masih ada mimpi-mimpi selanjutnya
Siapa tahu nanti malam adalah mimpi indah
Salam semanis madu,
Wangi Tinta


Komentar
Posting Komentar