Apakah Menyukai Buku Butuh Alasan?


Katanya kalau sayang itu susah dijelaskan, nyaris tanpa alasan. Lalu, bagaimana dengan menyayangi buku? Apakah butuh alasan?

Saya bertanya, "Mengapa kamu membeli buku?"

Karena suka? Karena tertarik? Karena memang suka membaca? Atau iseng saja?

Saya bertanya, "Mengapa membeli buku yang itu?

Karena suka? Karena tertarik? Karena memang suka membaca? Atau iseng saja?

Saat kita memilih sebuah bacaan, kita pasti telah memikirkan tentang itu sebelum akhirnya kita membuka lembar pertamanya.

Mengapa saya membeli buku self improvement? Agar saya bisa memperbaiki diri.

Mengapa saya membeli novel? Agar saya bisa terhibur sekaligus mengambil pesan dari sana.

Dan buku-buku lain yang tanpa kita sadari mengandung tujuan saat kita memutuskan untuk membacanya.

Apapun buku yang kamu baca, semoga buku itu adalah buku yang bisa dipertanggungjawabkan kebermanfaatannya. Semoga buku itu memiliki pesan yang baik. Semoga buku itu adalah buku yang kamu butuhkan.

Karena semua buku memiliki pesan yang ingin disampaikan, maka kita akan memilih buku yang kita butuhkan, bukan? Tidak mungkin kita membaca semua buku yang dijual di dunia. Maka, bukankah kita telah memiliki alasan saat membaca sebuah buku? Ada tujuan yang ingin kita tuju setelah membaca buku itu.

Pilihan terbaik adalah, bacalah buku yang kamu butuhkan. Dengan begitu kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dari buku itu.

Jangan pernah menghakimi sebuah buku tanpa membacanya, tanpa mencari apa pesan yang ingin disampaikan. Karena bisa jadi karena kesalahan kita sendiri, karena tidak membutuhkannya, maka kita tidak mendapat apa yang kita inginkan.

Jadi, apakah menyukai buku butuh alasan? Kurasa kalian sudah tahu jawabannya.

Tetaplah membaca buku :) Masih banyak sekali yang belum kita ketahui, bukan?

Tulis di kolom komentar, rekomendasikan buku yang menarik untuk saya baca. Siapa tahu yang membaca blog ini akan ikut tertarik dengan rekomendasi kamu. Komen, jangan? Komen dong! :)

Sampai jumpa di blog selanjutnya. Untuk yang belum membaca blog sebelum ini, yuk baca, semoga bisa sama-sama belajar.

Salam semanis madu, atau bahkan lebih manis dari itu.

Aku,
Wangi Tinta

Komentar

Postingan Populer